Kecelakaan kerja dan penerapan K-3 dalam pengoperasian tower crane pada proyek konstruksi

Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi dapat menimbulkan
kerugian terhadap pekerja dan kontraktor, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) yang terdiri dari faktor
manusia, alat dan kondisi lingkungan merupakan salah satu hal yang perlu
diperhatikan dalam pengoperasian Tower Crane (TC) untuk menanggulangi
kecelakaan kerja di lapangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kecelakaan, faktor
penyebab kecelakaan kerja, dan penerapan program K-3 dalam pengoperasian TC
pada proyek konstruksi. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuisioner
kepada beberapa kontraktor grade 5, 6 dan 7 di Surabaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja pada pengoperasian
TC yang masih terjadi adalah terbentur oleh tulangan yang diangkat, jatuhnya
beban yang diangkat oleh TC, dan kerusakan kait pengangkat (hook). Penyebab
kecelakaan pada pengoperasian TC disebabkan oleh karena kesalahan pengertian
komunikasi saat pengoperasian TC, sedangkan Penerapan program K-3 yang
kurang mendapat perhatian adalah pemeriksaan oleh tenaga ahli minimal satu
minggu sekali pada TC yang digunakan.

ERICK CHUNDAWAN Ir. Ratna Setiawardani Alifen, M.C.E. (Advisor 1); Ir. Budiman Proboyo, M.T. (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 21011739/SIP/2010; Erick Chundawan (21406147) BUILDING-SAFETY MEASURES; CONSTRUCTION INDUSTRY-SAFETY MEASURES

Files