Valuasi saham, initial return dan kinerja jangka panjang saham perusahaan yang melakukan initial public offering pada tahun 2005-2012 di Bursa Efek Indonesia

Fenomena yang terjadi pada saat IPO adalah adanya underpriced dan underperformed. Penelitian dari Purnanandam dan Swaminathan (2001) menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar saham perusahaan IPO bukannya underpriced melainkan overpriced, dan tetap memperoleh initial return yang tinggi dibanding saham yang underpriced, namun pada jangka panjang akan mengalami underperformed yang lebih parah. Penelitian ini ingin meneliti apakah saham perusahaan IPO pada tahun 2005-2012 juga overvalued, dan bagaimana pengaruhnya terhadap initial return dan kinerja jangka panjang. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan rasio price to sales, price to operating profit, price to earning dari saham perusahaan IPO dengan perusahaan pembanding dalam industri sejenis, lalu melakukan uji pengaruh terhadap initial return dan kinerja jangka panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saham perusahaan IPO adalah overvalued dan memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap initial return, namun tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja jangka panjang.

LANNY IBRAHIM Thomas Stefanus Kaihatu (Advisor 1); Sautma Ronni Basana (Advisor 2); Hatane Semuel (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Graduate Thesis Tesis/Theses Tesis No. 03020021/MM/2013; Lanny Ibrahim (03512008) CORPORATIONS--FINANCE; GOING PUBLIC (SECURITIES); STOCK EXCHANGE; CAPITAL MARKET

Files