Keberadaan perempuan sebagai pemimpin di dalam serial animasi menunjukkan adanya perubahan terhadap konstruksi perempuan yang berada dalam stereotip sebagai subordinat laki-laki. Meski begitu, perempuan yang ditampilkan memiliki andil dalam pengambilan keputusan tidaklah sepenuhnya direpresentasikan sebagai sosok yang sama sekali baru. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dan akan dilihat melalui kode-kode kode televisi John Fiske. Tiga level yang akan dilihat melalui kode-kode televisi yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin perempuan dalam serial Avatar: The Legend of Korra masih terkungkung di dalam stereotip perempuan yang inferior terhadap laki-laki dan masih dilihat ditampilkan sebagai objek seksual. Hal ini menjadikan upaya mengubah konstruksi pemimpin perempuan dalam serial animasi ini menjadi sebuah paradoks.