Nostalgia historis bersama Trilogi GHVon Faber

Buku adalah jendela dunia pembuka cakrawala wawasan. GHVon Faber sadar itu. Dia bukukan sejarah perjalanan Surabaya agar generasi kota ini tak pernah lupa asal-usulnya. Dengan gaya bahasa yang indah, pria berdarah Belanda yang hidup di Surabaya sepanjang 1899-1955 itu menorehkan jejak-jejak perjalanan Kota Pahlawan dalam tiga edisi bukunya. Selama kurun waktu 1926-1953 ia melahirkan tiga buku sejarah Surabaya, yaitu Oud Soerabaia (1926), Nieuw Soerabaia (1931) dan Er Werd Een Stad Geboren (1953). Ketiga buku tersebut berbahsa Belanda dan sekarang jarang sekali dijumpai. Satu-satunya perpustakaan yang menyimpan koleksi tiga buku itu, lengkap dan orisinil, adalah Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK) Petra. Trilogi Von Faber juga dimiliki segelintir pemerhati sejarah sebagai koleksi pribadi. Hanya tiga orang yang punya buku Von Faber, yakni penulis buku Surabaya Tempo Dulu, Duku Imam Widodo, pemerhati sejarah Eddy Emanuel Samson dan pengelola Perpustakaan Medayu, Agung Oei Hiem Hwie. Menurut para pemerhati sejarah itu, buku-buku tersebut memang istimewa.

Unknown Unknown PT Media Nusantara Informasi Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Seputar Indonesia, 15 Oktober 2009 LIBRARIES--SPECIAL COLLECTIONS--BOOKS; SURABAYA (INDONESIA)--HISTORY

Files