Tionghoa Indonesia sangat beragam

Masyarakat Tionghoa di Indonesia itu sangat heterogen. Meski sama•sama berasal dari leluhur dan kultur yang sama, orang Tionghoa di Surabaya berbeda dengan Jakarta, Medan, Pontianak, Padang, dan sebagainya. Hal ini ditekankan Dr Chang•Yau
asisten profesor kajianAsia di Singapore Management University, Singapura, dalam bedah huku di Togamas Pucang, Surabaya kemarin. Mantan dosen University of Western Australia, ini sekaligus memperkenalkan buku barunya berjudul Identitas Tionghoa pasca- Suharto. Bedah buku yang diselenggarakan Center for Chinese Indonesian Studies (CCIS ), Perpustakaan Universitas Kristen Petra, Yayasan Nabil, TB. Togamas, dan Perpustakaan C2O, ini juga menampilkan pembicara Sri Mastuti dosen Universitas Negeri Surabaya dan Dr. Budiawan dosen Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Chang-Yau Hoon sendiri lahir di Serawak , Malaysia, besar di Brunei Darussalam, kuliah di Australia kemudian bekerja di Singapura. Sebagai orang Tionghoa, Hoon merasakan betapa peliknya identitas orang Tionghoa di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Tionghoa di Indonesia yang paling kompleks. Ada semacam krisis identitas dikalangan muda serta trauma politik yang luar biasa, papar Hoon dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Unknown Unknown Unknown Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Radar Surabaya, 23 Pebruari 2012 CHINESE--INDONESIA--SOCIAL LIFE AND CUSTOMS; CHINESE--INDONESIA--IDENTITY; BOOK REVIEWS; UNIVERSITAS KRISTEN PETRA--LIBRARY

Files