Meski lomba penulisan opini tentang pahlawan ekonomi dimotori Fakultas Ekonomi (FE) UK Petra, pihak universitas juga mendukung. Rektor UK Petra Paulus Nugraha mengatakan, kalau kegiatan itu sukses, bisa jadi event-event tahun berikutnya dilaksanakan dengan skala lebih luas. Kegiatan itu jelas secara tidak langsung menantang masyarakat agar lebih kritis terhadap segala hal. Salah satunya sosok pahlawan di masa sekarang. Selama ini, terang Paulus, pahlawan selalu ditentukan dari atas dan anak-anak sekolah tinggal menghafal. Padahal, tentu banyak pahlawan-pahlawan di tengah komunitas masyarakat. Di antaranya, pahlawan ekonomi. Sementara itu, Dekan FE Devie kembali menegaskan bahwa opini pahlawan ekonomi tidak mesti tokoh yang bergelut di bisnis atau perusahaan. Bisa juga tokoh tersebut tokoh lokal kampung atau kecamatan. Sosok yang dimaksud sebagai pahlawan ekonomi itu menjadi inspirasi atau memberi kontribusi nyata dalam hal ekonomi.