Anggotanya hanya beberapa gelintir dosen dan karyawan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Tepatnya, hanya sekitar 10 orang. Padahal komunitas ini sudah ada sejak 3 tahun yang lalu, saat mural begitu gencar di Indonesia seperti Jogjakarta, Bandung, dan Surabaya. Hingga saat ini mural di Jogjakarta dan Bandung masih berdiri kokoh dan mendapat dukungan dari pemerintah setempat, sedangkan di Surabaya mural mulai terlupakan. Bahkan berdirinya komunitas ini pun nyaris tak terdengar. Mungkin hanya kalangan seniman yang mengenal keberadaan komunitas ini. Padahal jika ditilik ulang sejarah dan apa yang sudah dihasilkan, komunitas Tiada Ruang termasuk pelepor lahirnya komunitas-komunitas mural para mahasiswa di Surabaya. Menurut dosen DKV UK Petra, Budi Prasetyadi, sejak lahirnya komunitas ini sekarang sudah lahir sekitar 50 komunitas mural di kalangan mahasiswa Surabaya, khususnya dari UK Petra. Pelepor komunitas ini adalah Budi Prasetyadi dan Obed Bima Wicandra yang juga praktisi di DKV. Mulai dari duku, diberi pengarahan pada mahasiswa agar kreatif menyalurkan bakat dan seninya melalui sebuah media dalam komunitas. Sebab, dengan komunitas mereka bisa bebas bergerak dan memiliki kekuatan.