Fasilitas diagnostik dan terapi jiwa di Surabaya

Latar Belakang Desain Fasilitas Diagnostik dan Terapi Jiwa ini, kurang memadainya fasilitas terapi jiwa yang ada di Surabaya, masalah utama adalah menciptakan tempat terapi yang dapat mewadahi stadium/kondisi mulai dari tipe co-operative, semi-depressed dan depressed dalam satu ruang rancang . Selain itu, untuk merespon tapak, proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yakni pembagian zoning ruang terapi yang harus disesuaikan dengan karakteristik dari tiap-tiap pasien yang ada. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan Perilaku dengan menggunakan prinsip Teritori (suatu pola tingkah laku yang ada hubungannya dengan kepemilikan oleh seseorang atau kelompok atas sebuah tempat atau lokasi). Metode yang diterapkan pada fasilitas diagnostic dan terapi jiwa ini adalah Healing Environment merupakan suatu . desain lingkungan terapi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien secara psikologis.
Keunikan proyek ini ada pada pembagian zoning yang memperhatikan beberapa aspek penting yaitu ruang terapi dalam ruangan dan juga luar ruangan, unit kamar inap dari tiap kategori pasien dan ruang interaksi yang dapat digunakan oleh pasien.

FRANDY RADYA TANOTO Timoticin Kwanda (Advisor and Examination Committee); Dr. Ir. Joyce Marcella Laurens, M.Arch. (Advisor 2); Luciana Kristanto, S.T., M.T. (Advisor 3); Ir. Markus Ignatio Aditjipto, M.Arch. (Advisor 4) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 01023825/ARS/2018; Frandy Radya Tanoto (22414118) PSYCHIATRIC HOSPITALS--DESIGN AND CONSTRUCTION; HEALTH FACILITIES--DESIGN AND CONSTRUCTION

Files