Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) menyelenggarakan Temu Pusaka Indonesia 2012 di Surabaya, Mojokerto dan Gresik pada 18-21 Oktober 2012. Temu pusaka tersebut mendiskusikan kampung dan pusaka rakyat menuju Tahun Pusaka Indonesia 2013 untuk membangun jaringan pelestarian pusaka di Indonesia, sekaligus membangun kapasitas yang baik di masyarakat untuk mendorong kerja-kerja pelestarian yang lebih optimal. Pakar tata kota dari Universitas Kristen Surabaya , Timoticin Kwanda menilai "eco-museum" ala Surabaya merupakan contoh dari konsep yang baik untuk melestarikan kampung. Dalam konsep eco-museum, kampung akan memiliki sebuah paket kegiatan yang dapat berdampak secara sosial, budaya, dan ekonomi, sehingga mendorong tumbuhnya industri kreatif.