Kalangan disabilitas terutama tuna netra tidak bisa menikmati lukisan-lukisan karya-karya fenomenal pelukis terkenal Indonesia maupun dunia. Karena biasanya, lukisan-lukisan yang dipajang di galeri atau pameran-pameran tidak boleh disentuh. Padahal bagi tuna netra untuk bisa mengetahui keindahan lukisan itu, hanya bisa dengan menyentuhnya selain mendengar cerita dari orang-orang yang ada disekitarnya. Karena itulah, alumni prodi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya angkatan 2016, Marietta Stefani memiliki ide untuk membuat Non Visual Art Gellery. Ide ini menjadikan Marietta meraih gold winner di ajang Asia Young Designer Award (AYDA) 2020/2021 yang digelar secara daring oleh Nippon Paint ditingkat Asia yang memiliki tema Human Centred Design.