Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuktikan diri bahwa wawasan dan pengetahuan mereka sangat mumpuni. Tiga mahasiswa Teknik Sipil berhasil membuat desain bangunan tahan gempa. Mereka menggunakan sistem bracing. Sebuah sistem pengikat pada struktur atap baja ringan. Sistem ini digunakan untuk menahan gaya vertikal beban gravitasi dan gaya horizontal beban gempa. Sehingga dapat mencegah goyangan berlebihan pada struktur bangunan. Untuk membuktikan kekuatannya, mereka membuat maket/prototype bangunan 11 lantai dari kayu balsa. Prototype diuji mengguna kan shaking table dengan frekuensi getar sebanyak empat kali pengujian. Yakni, pertama 20 detik, kedua 30 detik, ketiga 40 detik, dan keempat juga 40 detik. Dengan masing-masing frekuensi getar: 1,5hz, 2hz, 2,5hz dan 3 hz. Hasilnya cukup memu askan. Produk prototype ini menjadi juara 3 Kompetisi Earthquake Resistant Design Competition (ERDC) 2021 (Kompetisi Desain Tahan Gempa) di UK Petra Surabaya, Sabtu (22/05) lalu