G 20 dan evolusionisme ekonomi global

Kelahiran Group of Twenty (G20) tidak lepas dari krisis keuangan dunia pada 1998 yang menghantam banyak negara, terutama di Asia. Krisis ini berakar dari sistem devisa bebas tanpa pengawasanyang memadai, sehingga banyak pelaku pasar bebas yang bermodal kuat (individu dan korporasi) bermain bebas di pasar valas. Gelembung ekonomi terjadi akibat dana panas yang dimainkan individu serakah dipasar uang hanya untuk keuntungan jangka pendek dan bersifat spekulatif. Kekuatan pasar bebas telah melahirkan perilaku individu yang seolah berbisnis untuk kebaikan terbesar bagi semua. Padahal, ia sedang membangun ekonomi global yang rapuh atau high risk. Konsep invisible hands di zona bebas telah melahirkan spirit anti regulasi dalam penguasaan sektor-sektor produksi barang/jasa secara global. Padahal di Indonesia saja terdapat larangan monopoli barang/jasa melebihi 50 persen pangsa pasar yang bukan produk sendiri. Ulah segelintir orang kuat dipasar bebas bisa merugikan miliaran umat manusia. Yang jelas, pola survival of the fittest (yang terkuat yang bertahan hidup) bukanlah solusi bagi masyarakat dunia. Evolusionisme ekonomi bisa juga mengarah pada perlombaan kekuatan senjata yang berubah menjadi ancaman bagi perdamain dunia.

Unknown Unknown Jawa Pos Koran Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Jawa Pos, 15 November 2022 COLLEGE TEACHERS; GROUP OF TWENTY; UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

Files