Material interior mobil yang sustainable, campuran antara bahan alam dan plastik bekas.
Dunia sedang tidak baik-baik saja. Manusia menghadapi tantangan yang disebut:The Perfect Storm. Seperti efek pandemi, krisis energi-pangan, situasi ketegangan geopolitik serta climate change atau perubahan iklim. Terkait krisis energi dan pengurangan CO2, Prof Juliana Anggono menyebut bahwa itu memerlukan respons global. Masalah itu telah memberikan tekanan mendalam terhadap industri otomotif. Khususnya di negara-negara maju," ungkapnya. Maka Prof Juliana pun tergerak untuk meneliti bahan material mobil yang ramah lingkungan. Dia meneliti tentang komposit bahan alam, yang berasal dari percampuran dua bahan yang berbeda. Komposit itu berasal dari serat ampas tebu. Diambil dari pabrik gula di Sidoarjo. Kemudian dicampurkan dengan matriks polipropilena. Baginya, sifat dari kedua bahan itu bisa saling menguatkan satu sama lain. Sehingga dapat digunakan sebagai material mobil yang berkualitas dan ramah lingkungan.