Mengusung tema urban gentrification, kawasan Ngagel dipilih karena melihat sejarahnya sebagai bekas kawasan industri, di mana sampai saat ini, masih banyak bangunan yang mangkrak dan kosong. Itu membuat kawasan Ngagel seakan tak seirama dengan hingar bingar Kota Surabaya yang berkembang sangat dinamis, padahal ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Para peserta harus merancang Master Plan kawasan Ngagel untuk 30 tahun ke depan, agar menjadi kawasan yang hidup dan mampu berperan dalam aktivitas ekonomi di Kota Surabaya, ucap Rully.