Jawa Timur, provinsi dengan populasi terbesar kedua di Indonesia, menghadapi tantangan besar dalam mengelola kepadatan penduduk dan pengangguran yang meningkat selama pandemi Covid-19. Kabupaten Sidoarjo, salah satu daerah yang terdampak parah, mencatat peningkatan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 4,72% pada 2019 menjadi 10,97% pada 2020. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan fasilitas yang mendukung perkembangan industri kreatif di Sidoarjo. Dengan pendekatan biofilik, proyek ini akan menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas dan kreativitas, serta memastikan keberlanjutan lingkungan. Metodologi yang digunakan meliputi studi literatur, studi preseden, observasi, dan survei untuk mengumpulkan data yang relevan. Fasilitas ini akan menyediakan ruang kerja yang memadai, peralatan lengkap, dan program pelatihan komprehensif untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pelaku industri kreatif. Selain itu, fasilitas ini mendukung kolaborasi antar kreator, menyediakan akses ke pasar, dan mempromosikan strategi pemasaran yang efektif. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja baru, dan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan memenuhi tujuan-tujuan ini, Fasilitas Ekonomi Kreatif di Sidoarjo diharapkan dapat menjadi pusat unggulan yang mendukung perkembangan industri kreatif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.