Perancangan fasilitas penampungan dan perawatan bagi penyandang gangguan jiwa menjadi respons terhadap kondisi lingkungan sosial dan keterbatasan fasilitas rehabilitasi yang layak di Surabaya, khususnya bagi pasien dengan gangguan penggunaan obatan, depresi, dan skizofrenia. Ruang lingkup proyek mencakup desain hunian, area terapi, ruang sosial, dan zona layanan penunjang yang terdesain secara spasial dan fungsional. Metode yang digunakan berupa pendekatan dengan studi literatur terhadap Kirkbride Model, teori Attention Restoration Theory (ART), serta model Soteria House. Hasil perancangan menghasilkan desain yang terbagi menjadi tiga zona utama—zona pelayanan, zona komunitas, dan zona hunian yang dirancang sesuai dengan karakteristik gangguan pasien. Fasilitas dilengkapi dengan taman terapeutik, ruang terapi sensorik, dan unit hunian yang dirancang menyerupai rumah tinggal untuk menciptakan suasana non-institusional. Penghijauan, pencahayaan alami, cross ventilation, serta integrasi ruang terbuka menjadi elemen utama dalam mendukung proses penyembuhan. Rancangan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan arsitektur berbasis terapi mampu menciptakan lingkungan penyembuhan yang inklusif dan adaptif.