Keterlambatan bicara atau biasa disebut juga dengan speech delay merupakan salah satu gangguan yang umum terjadi pada anak usia dini. Berdasarkan Lestari (2024), Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKKMK) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menyatakan bahwa 5 hingga 10 persen anak Indonesia mengalami keterlambatan kemampuan berbicara atau speech delay. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat banyak kasus speech delay pada anak Indonesia. Selain itu, hal ini dapat terjadi juga ada pengaruh dari orang tua yang belum bisa menciptakan lingkungan stimulasi yang efektif di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah media edukasi wicara yang dapat membantu orang tua dalam melatih bicara anak sebagai bentuk pencegahan terjadinya speech delay pada anak usia 18-36 bulan. Metode perancangan yang dilakukan adalah melalui pengumpulan data primer, yaitu hasil observasi dan juga wawancara. Sedangkan data sekunder didapat dari penelitian dan jurnal yang sudah ada. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah media edukasi wicara bernama “Bibicara” yang menyediakan aktivitas stimulasi di malam hari untuk anak bersama dengan orang tua. Bibicara terdiri dari 3 hal, yaitu pertama adalah permainan magnetic matching game untuk mengisi waktu playtime anak. Kedua, adalah finger puppet yang bisa digunakan untuk bercerita dengan anak pada saat bed time. Ketiga, adalah buku panduan dan jurnal bahasa untuk orang tua agar dapat membantu untuk memantau perkembangan bahasa anak. Uji coba pada tiga keluarga dan didapatkan hasil bahwa media Bibicara ini dapat membantu orang tua untuk menstimulasi bahasa anak. Bibicara dapat membantu agar orang tua dapat berbicara dan menstimulasi anak dengan cara mengajak role play, melakukan roulette aksi yang ada, dan lain-lain. Namun, apabila dilakukan uji coba yang lebih lama maka akan didapatkan hasil yang lebih sesuai dan terukur efektifitasnya.