Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh social media marketing terhadap online impulse buying melalui FOMO sebagai variabel intervening pada produk Pop Mart di Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dengan jumlah responden 132 orang. Data penelitian ini diolah menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh terhadap online impulse buying, social media marketing berpengaruh terhadap FOMO, FOMO berpengaruh terhadap online impulse buying, dan FOMO berpengaruh dalam mediasi social media marketing dan online impulse buying. Hasil pengaruh social media marketing terhadap FOMO tergolong sangat rendah, Pop Mart dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk tidak hanya mengandalkan social media marketing dalam membangkitkan rasa FOMO konsumen. Pop Mart disarankan dapat lebih memfokuskan upaya pada aspek lain seperti memanfaatkan komunitas kolektor yang juga dapat mendorong online impulse buying. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai motivasi psikologi dibalik FOMO dan online impulse buying, serta dapat mengeksplorasi variabel lainnya yang berpotensi mendorong online impulse buying.