Dalam perkembangan industri kuliner saat ini, restoran tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai ruang untuk bersosialisasi, bekerja, hingga mencari pengalaman baru yang berkesan. Permasalahan yang sering muncul adalah kurangnya pendekatan desain yang mampu memberikan pengalaman bersantap yang personal dan menyenangkan, sekaligus meningkatkan kenyamanan serta produktivitas pengunjung. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesejahteraan dalam ruang publik, banyak restoran masih kesulitan menciptakan suasana yang mendukung kesehatan mental dan fisik pengguna, terutama di kota berkembang seperti Kupang. Metode yang digunakan dalam perancangan tugas akhir ini adalah metode Design Thinking yang diusulkan oleh David Kelley dengan sembilan tahap, yang meliputi understand, observe, point of view, ideate, prototype, test, story telling, pilot, dan business model. Proses dimulai dari pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap pemilik restoran, kemudian dilanjutkan dengan perumusan masalah dan eksplorasi ide-ide desain yang mengutamakan pengalaman pengguna (user experience) serta produktivitas. Model desain dikembangkan melalui prototipe, diuji dan disempurnakan untuk memastikan solusi yang tepat sasaran dan aplikatif. Hasil dari tugas akhir ini adalah perancangan interior Jissai Restaurant di Kupang dengan pendekatan “Design for Experience and Increasing Productivity”. Desain yang dihasilkan tidak hanya menghadirkan ruang yang estetis dan nyaman, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara fungsi, kenyamanan, serta nilai emosional yang mampu menarik minat pengunjung di tengah persaingan industri restoran yang semakin kompetitif.