Mutu produk merupakan faktor kunci dalam menjaga daya saing perusahaan manufaktur, terutama dalam menghadapi tuntutan konsumen terhadap kualitas. Cacat produksi PT. AB masih tinggi diatas target KPI sebesar 7%. Analisa 5Why’s menunjukkan kontribusi perilaku operator menyumbang jumlah cacat produksi pada aktivitas manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reward dan punishment terhadap tanggung jawab mutu operator pada Line Lokal di PT AB, yang diukur melalui indikator subjektif (skor kuesioner) dan objektif (%NG). Tanggung jawab mutu diukur melalui perpaduan sikap, pemahaman, dan perilaku. Tingkat turnover karyawan PT AB selama setahun sebesar 4.62% dan merupakan perusahaan keluarga dengan budaya punishment. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen menggunakan Design of Experiment (DOE) yang melibatkan empat kelompok perlakuan: kontrol (A), reward (B), punishment (C), dan kombinasi reward dan punishment (D). Analisis data dilakukan menggunakan Two-Way ANOVA dan uji T satu arah (one-tailed T-test). Hasil menunjukkan bahwa hanya kelompok perlakuan (B, C, dan D) yang mengalami peningkatan signifikan, sedangkan kelompok kontrol (A) tidak menunjukkan perubahan berarti. Kelompok D menunjukkan hasil terbaik dengan peningkatan skor tanggung jawab mutu +1.26 poin dan penurunan %NG sebesar −1.26%, mengindikasikan efek positif yang konsisten baik secara psikologis maupun kinerja nyata. Temuan ini memperkuat bahwa kombinasi reward dan punishment lebih efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab dan meningkatkan kualitas produksi secara menyeluruh dibandingkan perlakuan tunggal maupun tanpa perlakuan.