Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki kekayaan budaya yang beragam, salah satunya adalah kain tenun tradisional. Namun, popularitas kain tenun masih tertinggal dibandingkan batik, terutama di kancah internasional, akibat kurangnya promosi digital dan rendahnya minat generasi muda. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengusulkan strategi pengenalan kain tenun melalui perancangan busana avant garde, yang dikenal dengan gaya eksperimental dan inovatif. Avant garde dipilih karena memiliki daya tarik yang kuat di pasar Asia, seperti Jepang, Thailand, dan Korea. Koleksi yang dirancang menggunakan kain tenun endek Bali, yang tidak hanya mencerminkan nilai budaya lokal tetapi juga mendukung pemberdayaan perempuan penenun. Inspirasi desain diambil dari arsitektur Pura Besakih, sebagai simbol keindahan budaya Indonesia. Setelah perancangan koleksi, strategi pemasaran digital akan dilakukan melalui media sosial untuk menjangkau pasar internasional. Dengan pendekatan ini, diharapkan kain tenun dapat lebih dikenal secara global, memperkuat identitas budaya Indonesia, serta berkontribusi terhadap pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.