Perilaku manusia seringkali dipengaruhi oleh pengalaman di masa lalu. Trauma atau luka batin yang dialami saat masa kanak-kanak dapat terbawa hingga dewasa dan menimbulkan dampak negatif, baik terhadap diri sendiri, lingkungan sekitar, maupun generasi berikutnya. Berdasarkan hal tersebut, perancangan kampanye ini bertujuan untuk membantu target audiens dalam mengenali, menerima, dan menyembuhkan luka batin yang dimiliki. Kampanye dilaksanakan secara daring melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram, serta diperkuat dengan kegiatan luring dan pembagian merchandise sebagai bentuk aktivasi kampanye. Perancangan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, kuesioner, dan observasi. Solusi yang ditawarkan adalah kampanye sosial bernama Healin’Me dengan slogan “Healing The Inner Child in Me”. Kampanye ini dirancang sebagai sarana edukasi dan ekspresi diri yang mendorong audiens untuk menyadari penyebab dan dampak dari wounded inner child, serta memberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan membangun empati bersama. Melalui kampanye ini, diharapkan proses penyembuhan luka batin dapat dimulai dan tidak diwariskan secara emosional kepada generasi berikutnya.