Mahasiswa dengan gangguan pendengaran di Indonesia menghadapi tantangan komunikasi dan psikologis di perguruan tinggi, yang menghambat terwujudnya pendidikan inklusif sesuai amanat SDGs. Kesenjangan ini diperparah oleh minimnya pemahaman bahasa isyarat di kalangan mahasiswa dengar dan pengajar. Untuk menjembatani masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada perancangan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) sebuah aplikasi seluler. Aplikasi ini dirancang sebagai media pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang ditujukan khusus untuk mahasiswa dengar di Surabaya. Fitur utama yang diusulkan meliputi kamus BISINDO interaktif, speech-to-text, dan real-time gesture recognition sebagai alat bantu penerjemahan. Berbeda dari penelitian sebelumnya, perancangan ini menargetkan mahasiswa dengar dengan menggunakan BISINDO dan teknologi real-time. Tujuan utamanya adalah menyediakan purwarupa aplikasi yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan mahasiswa dengar untuk berkomunikasi dengan rekan tuli mereka. Dengan demikian, diharapkan aplikasi ini mampu mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih suportif dan inklusif bagi semua.