Industri fashion merupakan salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar, termasuk limbah kain perca yang sering kali tidak termanfaatkan secara optimal. Butik Rosichan Couture di Surabaya sebagai penyedia jasa penyewaan busana pesta dan pernikahan, menghadapi permasalahan meningkatnya limbah kain yang tidak hanya menciptakan dampak lingkungan, tetapi juga membatasi ruang penyimpanan. Permasalahan ini mendorong dilakukannya perancangan ulang interior butik dengan pendekatan desain berkelanjutan melalui konsep upcycling kain perca. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah tekstil sekaligus menciptakan ruang komersial yang unik, nyaman, dan ramah lingkungan, serta memperkuat identitas butik sebagai pelopor keberlanjutan di industri mode lokal. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah pendekatan desain partisipatif dan studi kasus, dengan tahapan observasi lapangan, analisis kebutuhan ruang, eksplorasi material limbah, serta perwujudan konsep desain ke dalam elemen interior seperti furnitur, aksen dinding, dan dekorasi. Hasil dari perancangan ini tidak hanya memberikan alternatif pemanfaatan limbah menjadi elemen fungsional dan estetis, tetapi juga mendukung peningkatan pengalaman pelanggan serta efisiensi ruang. Proyek ini menunjukkan bahwa pendekatan desain yang inovatif dan berkelanjutan mampu menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan limbah tekstil di lingkungan butik modern.