Masalah akses terhadap air bersih di wilayah pesisir menjadi perhatian utama yang masih belum terselesaikan hingga saat ini. Salah satu solusi potensial adalah teknologi desalinasi menggunakan sistem ion exchanger yang mampu mengurangi Total Dissolved Solids (TDS) pada air payau hingga mencapai standar air layak pakai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode pertukaran ion dalam menurunkan kadar TDS pada air dengan variasi konsentrasi awal hingga sekitar 10.000 ppm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan berbagai bahan lokal serta resin kation dan anion yang dirancang khusus untuk menyerap ion-ion tertentu dalam air. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan aliran serta konfigurasi bahan lokal dan resin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan lokal dan metode ion exchanger pada skala kecil (100 liter/jam) dapat menurunkan kadar TDS hingga lebih dari 62%. Sementara itu, pada skala besar (1.000 liter/jam), penurunan kadar TDS mencapai 22,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem ion exchanger pada skala besar memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas penurunan TDS pada air payau. Meskipun demikian, penggunaan bahan lokal dan teknologi ion exchanger pada penjernihan air skala besar dinilai cukup ekonomis dan efisien dalam penggunaan energi dibandingkan dengan metode pengolahan air payau lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penyediaan teknologi desalinasi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.