Dunia berkabung karena berpulangnya Stephen Hawking. Hal itu tidak hanya dirasakan mayoritas kalangan di dunia sains fisika, ternpat Hawking dikenal kepakarannya, tetapi juga merambah ke dunia teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/Al). Semua tak terlepas dari isu kontroversial yang pernah disinggung Hawking bahwa teknologi AI bisa mengancam eksistensi umat manusia. Menurut dia, kepunahan manusia bisa jadi bukan disebabkan perang nuklir atau tumbukan meteor/komet, tetapi oleh teknologi AI yang dikembangkan tanpa kendali. Kepakaran Hawking dikenal lewat teorinya tentang radiasi lubang hitam dan salah satu buku fenomenalnya yang berjudul A Brief History of Time. Yang menarik, Hawking menghasilkan karya yang luar blasa meski dalam kondjsi menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang mengakibatkan tubuhnya nyaris lumpuh total. Si genius itu telah pergi. Namun, warisan isu kontroversial tentang human-level Al serta teladan semangat untuk tidak mudah menyerah akan tetap dikenang. Tidak hanya oleh para ilmuwan, tetapi juga oleh umat awam yang peduli akan nilai-nilai kemanusiaan universal.