Jika dihitung, mungkin kata Pram yang keluar dari mulut Soe Tjen Marching saat berbincang bisa lebih dari 100 kali. Hal tersebut menjadi bukti bagaimana perempuan kelahiran Surabaya pada 1971itu sangat mengagumi penulis Pramoedya Ananta Toer. Dia masih ingat betul sensasi tangannya yang gemetar saat membaca novel Gadis Pantai di kamarnya ketika masih kelas III SMA. Karena novel itu pula, dia yang awalnya merasa matematika bakal jadi fondasi masa depannya beralih ke sastra dan politik. Hingga dia memutuskan mengambil sastra Inggris di UK Petra Surabaya