Chief sustainability officer dan kinerja keberlanjutan: kajian empiris pada sektor pertambangan
Penunjukan Chief Sustainability Officer (CSO) merupakan respons terhadap tekanan yang semakin besar dari pemangku kepentingan terkait akuntabilitas lingkungan, sosial, dan tata kelola, terutama di industri dengan risiko lingkungan yang tinggi. Sektor pertambangan menghadapi pengawasan ketat akibat dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan, sehingga kepemimpinan keberlanjutan di sektor ini menjadi krusial. Meskipun peran CSO semakin relevan, penelitian di bidang ini masih terbatas. Studi ini mengisi celah tersebut dengan mengevaluasi keberadaan CSO dan mengidentifikasi apakah implementasinya bersifat substantif atau simbolis, sambil menyoroti bahwa penunjukan saja tidak selalu mencerminkan komitmen nyata terhadap Kinerja Keberlanjutan (SP). Sampel penelitian terdiri dari perusahaan pertambangan global. Kinerja Keberlanjutan diukur menggunakan skor ESG, sementara peran substantif atau simbolis CSO dievaluasi berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan dan integrasi keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. Regresi data panel diterapkan untuk menguji hipotesis penelitian. Temuan studi ini menunjukkan bahwa keberadaan CSO memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Selain itu, CSO yang substantif terbukti lebih efektif untuk keberlanjutan daripada CSO yang simbolis. Hal ini menyarankan bahwa perusahaan tidak hanya diuntungkan dengan menunjuk CSO, tetapi juga memastikan bahwa CSO menjalankan peran mereka secara optimal, melampaui sekadar identifikasi formal.