Tujuan Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh interaksi kemampuan manajerial dengan CEO perempuan dan CEO generalis terhadap nilai perusahaan, khususnya di industri barang konsumsi pokok di Indonesia. Desain/Metodologi/Pendekatan Studi ini dilakukan pada 580 tahun perusahaan di industri barang konsumsi pokok di Indonesia pada periode 2015-2024. Hipotesis penelitian diuji menggunakan metode model panel kuadrat terkecil tertimbang. Temuan atau Hasil yang Diharapkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan manajerial, CEO perempuan, dan CEO generalis dapat meningkatkan nilai perusahaan. Temuan yang menarik adalah bahwa perusahaan dengan CEO laki-laki akan memiliki pengaruh kemampuan manajerial yang lebih kuat daripada CEO perempuan. Selain itu, perusahaan dengan CEO generalis justru mengurangi pengaruh positif kemampuan manajerial terhadap nilai perusahaan. Orisinalitas/Nilai Hasil penelitian ini mengkonfirmasi teori eselon atas (UET) bahwa karakteristik CEO, yaitu kemampuan manajerial, jenis kelamin, dan pengalaman karir, dapat memengaruhi nilai perusahaan. Hasil penelitian ini memperkaya teori UET dengan temuan bahwa karakteristik individu yang sama kuatnya, jika digabungkan, akan berdampak negatif. Hasil penelitian ini juga memperkaya teori kesesuaian peran, yang menyatakan bahwa perempuan yang menyimpang dari peran kepemimpinan tradisionalnya justru akan menciptakan ketegangan dalam organisasi, sehingga mengurangi minat investor. Mungkin hasil ini didukung oleh budaya patriarki di Indonesia. Implikasi Praktis/Sosial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atribut modal manusia yang terlalu kuat (kemampuan manajerial tinggi dan CEO dengan pengalaman yang kaya) dapat menciptakan konflik strategis yang merugikan nilai perusahaan. Meskipun kehadiran CEO perempuan dan CEO generalis dapat meningkatkan nilai perusahaan, tanpa koordinasi dan struktur tata kelola yang baik, hal itu akan menyebabkan disintegrasi strategis. Arahan Penelitian Masa Depan/Keterbatasan Penelitian ini terbatas pada satu industri tertentu, sehingga penelitian lebih lanjut dapat menguji kerangka kerja yang sama di berbagai industri. Penelitian ini juga berfokus pada ciri-ciri CEO tertentu, yaitu gender dan generalisme. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat memperkaya ciri-ciri CEO atau menganalisis anggota tim manajemen puncak lainnya.