Retak pada material berbasis semen tidak dapat dihindari akibat shrinkage, perubahan suhu, dan pembebanan, yang dapat mempercepat degradasi serta menurunkan durabilitas struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mekanis, shrinkage, dan durabilitas pasta semen self-healing dengan penggunaan superabsorbent polymer (SAP) dan crystalline admixture (CA). Variasi campuran terdiri dari pasta semen kontrol (R), campuran dengan SAP sebesar 0,3% (RS), campuran dengan CA sebesar 1% (RC), serta kombinasi SAP–CA (CS3, CS5, dan CS7) dengan variasi kadar SAP sebesar 0,3%–0,7% dan kadar CA konstan sebesar 1% terhadap berat semen. Pengujian yang dilakukan meliputi slump flow , hardened density, kuat tekan, ultrasonic pulse velocity (UPV), capillary water absorption, pengamatan crack healing, strength recovery, dan ketahanan terhadap paparan klorida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SAP dan CA cenderung menurunkan kuat tekan awal akibat terbentuknya porositas tambahan, terutama pada kadar SAP yang lebih tinggi. Namun demikian, seluruh campuran menunjukkan kemampuan self-healing yang baik dengan nilai strength recovery mendekati atau melebihi 100%. Kombinasi SAP dan CA, khususnya pada campuran CS5, menunjukkan performa terbaik dalam pemulihan kuat tekan dan ketahanan terhadap paparan klorida. Selain itu, penggunaan SAP meningkatkan absorpsi air dan mendukung mekanisme internal curing yang berkontribusi terhadap hidrasi lanjutan dan penutupan retakan. Secara keseluruhan, kombinasi SAP dan CA menunjukkan potensi yang baik dalam meningkatkan kemampuan self-healing dan durabilitas material berbasis semen.