Pengaruh pembelajaran inquiry-based terhadap problem solving dan self-regulated learning murid sekolah dasar
Pengaruh Inquiry-Based Learning terhadap Problem-Solving dan Self-Regulated Learning Murid Sekolah Dasar. Pembelajaran sains kelas IV masih didominasi pendekatan konvensional, sehingga murid kurang terlatih dalam problem-solving dan self-regulated learning (SRL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inquiry-based learning (IBL) terhadap kemampuan problem-solving murid serta mendeskripsikan bagaimana IBL membentuk SRL murid. Penelitian menggunakan desain mixed-methods embedded dengan 22 murid dalam empat kali intervensi. Data kuantitatif (pretest dan posttest) dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Cohen's *d*. Data kualitatif dari wawancara dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan problem-solving di setiap sesi (*p* < 0,001) dengan effect size besar hingga sangat besar (Cohen's *d* = 0,874–1,899). Temuan kualitatif mengungkap bahwa IBL membentuk ketiga aspek SRL (perencanaan, monitoring, evaluasi), dengan perkembangan dominan pada monitoring dan evaluasi. Penelitian ini mengisi kesenjangan bukti empiris tentang pengaruh IBL terhadap problem-solving dan SRL secara simultan dalam konteks pembelajaran sains di sekolah dasar.