Perencanaan keuangan pada tabungan BCA, deposito Lippo dan investasi reksadana pasar uang Nikko Uang likuid, reksadana campuran Si Dana Dinamis, reksadana Phinisi Dana Tetap Pemerintah, reksadana NISP

Kenaikan inflasi yang diakibatkan naiknya harga Bahan Bakar Minyak
dan melemahnya nilai tukar rupiah pada awal tahun 2005 dibandingkan tingkat
suku bunga deposito dan pajak bunga , praktis telah menurunkan daya beli uang
masyarakat. Deposito dipandang bukan lagi sebagai wahana investasi yang tepat
tetapi tempat parkir dana jangka pendek yang efekif.
Fakta tersebut mendorong bermunculnya beragam instrumen investasi
yang ditawarkan bank-bank. Reksadana menjadi pilihan investasi menarik yang
belum terkena pemotongan pajak dan pada kenyataan hasilnya melebihi suku
bunga deposito.Dalam perencanaan keuangan ini , saya mempelajari risk profile
dari ibu Daniel yang cenderung konservatif kemudian memberikan informasi
mengenai instrumen investasi yang lebih menguntungkan dari deposito.

INGE NATALIA SUTANTO Sautma Ronni Basana (Advisor and Examination Committee) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Rancangan Usaha Rancangan Usaha No. 02020323/MAN/2005; Inge Natalia Susanto (31401162) FINANCIAL STATEMENTS; FINANCE-PLANNING

Files