Proses komunikasi interpersonal pasangan menikah tuna rungu-wicara dengan normal

Indera manusia mempunyai peranan penting dalam proses komunikasi, terutama komunikasi interpersonal. Bagi penyandang tuna rungu-wicara, ketidakmampuan menggunakan fungsi telinga dan mulut secara maksimal menjadi tantangan tersendiri. Hambatan komunikasi yang muncul bisa mempengaruhi penyampaian dan penerimaan informasi dalam interaksi di semua hubungan, termasuk yang paling pribadi, hubungan suami istri. Karena itulah penulis tertarik melakukan penelitian ini, yaitu bagaimana proses komunikasi interpersonal antara pasangan menikah tuna rungu-wicara dengan normal? Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pasangan menikah penyandang tuna rungu-wicara dengan normal berhasil mengembangkan bentuk komunikasi pribadi yang mempermudah dan mengefektifkan proses interaksi diantara keduanya. Model komunikasi yang digunakan pasangan ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pasangan normal pada umumnya hanya saja dalam berkomunikasi, pasangan ini menciptakan kode-kode khusus yang hanya dimengerti oleh keduanya.

ARIE RUMIHIN Judy Djoko Wahjono Tjahjo (Advisor 1); Desi Yoanita (Advisor 2); Gatut Priyowidodo (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 20010764/KOM/2012; Arie Rumihin (51406127) HUSBAND AND WIFE-RELATIONS; INTERPERSONAL COMMUNICATION

Files