Berlatih pakai Pup Hole, dipijat nenek umur 90 tahun

Dua budaya berbeda bisa disatukan dan hidup berdampingan. Itu tampak pada Community Outreach Program (COP) ke-12 Universitas Kristen (UK) Petra di Kediri yang berlangsung pada 8 Juli-5 Agustus. Selasa siang (29/7), mahasiswa asing dari Korea yang sedang ikut program COP UK Petra memasak di dapur tua milik Katijem warga Dusun Karanglo. Rumah Katijem adalah salah satu yang dipakai sebagai tempat tinggal peserta COP. Kegiatan itu dilaksanakan di Sembilan dusun dalam tiga kecamatan di Kabupaten Kediri pada 8 Juli-5 Agustus. Pesertanya 66 mahasiswa asing dan 49 mahasiswa UK Petra. Peserta ditebar. Tiap dusun ditempati sekitar 10-15 mahsiswa. Mereka harus tinggal di rumah penduduk. Mahhasiswa asing yang ada di rumah warga, tentunya tidak tinggal sendiri. Felix Pasila, salah seorang pantia COP mengatakan bahwa di setiap rumah, ada mahasiswa UK Petra untuk menjembatani bahasa mereka. Pernyataan Felix dibenarkan oleh Katijem. Jika tidak ada penerjemah, dia pasti kesulitan menghadapi mahasiswa asal Korea dan Belanda yang tinggal di rumahnya. Meski berbeda budaya, dia mengaku tidak pernah kesulitan saat mahasiswa asing itu menginap di rumahnya.

Unknown Unknown PT Jawa Pos Koran Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Jawa Pos, 1 Agustus 2008 SERVICE LEARNING; STUDENT VOLUNTEERS IN SOCIAL SERVICE

Files