Pertanyaan dari Sulaiman tentang teman yang ingin mengajaknya berinvestasi di pasar berjangka. Katanya dapat memberikan hasil yang tinggi. Ia tertarik untuk mencoba, tetapi saya tidak tahu sama sekali berinvestasi di pasar berjangka. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Pak Devie (konsultan keuangan UK Petra) menjawab, idealnya, pasar berjangka mempertemukan konsumen yang membutuhkan CPO dengan produsen yang sedang kebingungan menjual CPO lima bulan lagi. Kenyataannya,konsumen tidak bertemu produsen melainkan dengan para spekulan. Para spekulan bukan produsen atau konsumen, mereka adalah orang yang mengharapkan mendapat keuntungan dengan berinvestasi dipasar berjangka. Ada tiga posisi jika diajak berinvestasi dipasar berjangka. Posisi pertama anda sedang melakukan lindung nilai. Artinya, anda sebagai konsumen yang takut terjadi kenaikan haarga beli barang di masa depan atau Anda sebagai produsen yang takut terjadi penurunan harga jual barang di masa depan. Jadi, yang melakukan lindung nilai adalah konsumen dan produsen. Posisi kedua adalah sebagai spekulan. Spekulan berarti menerima transfer resiko, baik dari produsen yang sedang takut terjadi penurunan harga jual dimasa depan maupun konsumen yang sedang takut terjadi kenaikan harga beli dimasa depan. Semoga posisi ketiga tidak terjadi. Yakni, spekulan bertemu spekulan sehingga yang terjadi murni berinvestasi, bukan upaya transfer risiko. Memang, posisi ketiga mengaburkan makna utama mendirikan pasar berjangka.