Bedah buku Living and Learning in Dignity digelar oleh Program Studi Arsitektur dan Perpustakaan Universitas Kristen (UK) Petra secara daring. “Sebenarnya buku ini pernah ditulis tahun 2015 dalam Bahasa Indonesia dengan hanya menampilkan empat desain saja. Akan tetapi kini mengalami pengembangan dengan menambahkan topik kekinian seperti desain Rumah Anti Covid-19. Buku ini ditulis oleh tujuh orang termasuk saya, " terang Dosen Prodi Arsitektur UK Petra, Gunawan Tanuwidjaja ST. MSc., Jumat (30/4/2021). Buku setebal 150 halaman ini, mendatangkan empat pembicara. Yakni, Gunawan Tanuwidjaja S.T., M.Sc., penulis buku ini dan dosen Arsitektur UK Petra. Lalu Dr. Arina Hayati S.T., M.T., penulis buku ini, disabilitas daksa, dan seorang dosen Jurusan Arsitektur ITS serta Tutus Setiawan, M.Pd, salah satu guru disabilitas netra yang menjadi nara sumber desain rumah, apartemen dan sekolah. Terakhir nara sumber tamu Faisal Rusdi, seorang anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) dan juga aktivis disabilitas. Gunawan menjelaskan salah satu yang baru dalam buku tulisannya dan menjawab kebutuhan saat ini adalah desain rumah Anti Covid-19. “Sebuah rumah antar-generasi untuk dua pasangan disajikan dengan konsep rumah normal baru yang anti-Covid-19. Dua fasilitas unik yang menonjol ialah ruang tamu yang terpisah dan terbuat dari kaca dan tempat membersihkan diri sebelum masuk ke rumah yang menjadi persyaratan baru pada masa Covid-19," jelasnya.