Siapa sangka, limbah ampas kopi ditangan Veronica Boni Pamudja dapat dijadikan sebuah barang berdaya guna kembali.
Meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia yang diikuti dengan menjamurnya kedai-kedai kopi mengakibatkan limbah ampas kopi semakin meningkat. “Akibatnya terjadi penumpukan limbah di TPA yang berakibat buruk seperti tanah semakin asam hingga meningkatkan laju pemanasan global. Maka dari itu melihat kenyataan ini akhirnya tertantang mengolah limbah ampas kopi," ungkap Boni sapaan akrabnya saat ditemui di Kampus D Universitas Kristen Petra Surabaya, Rabu (13/7/2022). Hal itulah yang kemudian mendorong mahasiswi Visual Communication Design program UK Petra, Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK) ini untuk memanfaatkan ampas kopi menjadi tiga jenis pewarna alami kain. Yakni dari ampas kopi saja, ampas kopi dengan campuran secang dan ampas kopi dengan campuran kunyit yang semuanya menghasilkan warna yang unik.