Terapi anak down syndrome di Bantul, Yogyakarta

Down Syndrome merupakan sebuah kelainan genetik yang mengakibatkan anak yang dilahirkan memiliki kondisi fisik yang berbeda serta lemah secara intelektual. Di Indonesia sendiri, kasus lahirnya anak Down Syndrome terus meningkat setiap tahunnya, salah satunya di Yogyakarta. Bantul menjadi Kabupaten yang memiliki angka Down Syndrome tertinggi di Yogyakarta. Meningkatnya kelahiran anak Down Syndrome di Bantul tidak diikuti dengan pertambahan fasilitas bagi anak-anak Down Syndrome yang dapat membantu mereka dalam proses perkembangan hidupnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah fasilitas terapi bagi anak Down Syndrome yang lengkap dan beragam serta berdasarkan anjuran dari psikolog sehingga akan dihasilkan sebuah bangunan di mana mereka dapat berproses untuk dapat tumbuh dan berkembang sehingga mereka dapat menjalani kehidupan sosial dengan lebih baik. Pendekatan perancangan arsitektur yang digunakan adalah pendekatan studi perilaku anak Down Syndrome dengan metode studi literatur dan observasi sehingga ruangan-ruangan yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan.

DEVANY GRACIELLA SANJAYA Christine Wonoseputro (Advisor 1); Ir. Benny Poerbantanoe, MSP. (Advisor 2); Wanda Widigdo Canadarma (Advisor 3); Angela Christysonia Tampubolon, S.T., M.T. (Examination Committee 1); Ir. Handinoto, M.T. (Examination Committee 2); Ir. V.P. Nugroho Susilo, M.Bdg.Sc. (Examination Committee 3); Bram Michael Wayne, S.T., M.Ars. (Examination Committee 4) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 01024477/ARS/2023; Devany Graciella Sanjaya (B12190081) MENTAL HEALTH FACILITIES--DESIGN AND CONSTRUCTION

Files