Perancangan busana ready to wear genderless menggunakan denim dengan pemanfaatan upcycling sisa produksi dan sentuhan unfinished fabric

Perancangan koleksi busana ready-to-wear genderless menggunakan denim dengan memanfaatkan upcycling sisa produksi dan sentuhan unfinished fabric bertujuan untuk merancang busana ready to wear yang tidak hanya modis dan fungsional, tetapi juga ramah lingkungan serta memperbarui pandangan masyarakat terhadap identitas gender dalam mode. Industri fashion seringkali menjadi penyumbang besar limbah, terutama karena kebiasaan memproduksi koleksi baru secara rutin dan berkelanjutan untuk mengikuti tren yang berubah dengan cepat. Namun, upcycling, teknik yang mengubah bahan bekas menjadi produk baru dengan nilai tambah, menjadi solusi yang menarik untuk mengurangi limbah fashion. Dengan memanfaatkan limbah sisa produksi dan mengombinasikannya dengan sentuhan modern, upcycling membuka peluang untuk menciptakan koleksi busana yang unik, berkelanjutan, dan menarik bagi konsumen. Gaya busana genderless ini semakin mendapat kepopuleran karena mengusung gagasan bahwa busana tidak harus dikaitkan dengan satu identitas gender tertentu. Genderless fashion menawarkan kebebasan bagi siapa pun untuk mengekspresikan diri melalui pakaian tanpa batasan gender tradisional. Proses perancangan busana ini akan menggunakan metode perancangan design thinking, yang melibatkan tahapan Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Metode ini akan digunakan untuk memahami masalah dengan lebih dalam, menentukan solusi perancangan yang kreatif dan inovatif, serta menguji prototipe untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan para pengguna. Dalam perancangan ini, metode design thinking digunakan untuk membantu mengatasi masalah penumpukan limbah sisa produksi dan menanggapi popularitas genderless fashion untuk menghindari kesalahpahaman dan perselisihan yang mungkin akan terjadi. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan koleksi busana yang tidak hanya menggabungkan keunikan gaya genderless dan teknik upcycling, tetapi juga menjadi tonggak dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dalam industri fashion.Dengan menghasilkan produk yang menarik dan ramah lingkungan, perancangan ini dapat menjadi contoh bagi industri fashion untuk bergerak menuju arah yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, upcycling dan gaya busana genderless tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi pijakan untuk transformasi positif dalam industri fashion.

FIONA JEANNICE SUTEDJA Rika Febriani, S.Sn., M.A. (Advisor 1); Dibya Adipranata Hody, S.E., M.M. (Advisor 2); Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. (Examination Committee 1); Purnama Esa Dora Tedjokoesoemo, S.Sn., M.Sc. (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Fashion Design Skripsi No. 01010038/DFT/2024; Fiona jeannice sutedja (E12200123) DRESSMAKING--PATTERN DESIGN; FASHION DESIGN--ENVIRONMENTAL ASPECTS; FASHION DESIGN--MATERIALS; READY-TO-WEAR CLOTHING

Files