Perancangan wedding gown dengan aplikasi bunga 3D dari kain sisa produksi Leona Atelier

Limbah tekstil menjadi isu utama dalam industri fesyen saat ini, dengan jumlah produksi tekstil di Indonesia mencapai 33 juta ton per tahun, di mana 1 juta ton di antaranya menjadi limbah. Meskipun upaya daur ulang sudah dilakukan, sebagian besar limbah tekstil masih berakhir di tempat pembuangan sampah. Leona Atelier, sebuah rumah mode yang berspesialisasi dalam couture dan bridal, juga menghadapi masalah serupa yaitu penumpukan kain sisa produksi yang tidak bisa digunakan kembali. Dengan mengadopsi prinsip keberlanjutan, perancangan ini tidak hanya mengurangi limbah tekstil dengan mengolah kembali kain sisa produksi Leona Atelier menjadi aplikasi bunga 3D, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar yang menginginkan gaun pengantin bergaya feminin-romantis untuk konsep pernikahan pesta taman. Produk akhir dari perancangan ini akan berupa 3 gaun pengantin berwarna putih. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara, observasi, analisis visual, dan studi pustaka. Aspek penting dalam perancangan ini adalah pemilihan kain sisa yang tepat, metode konstruksi yang menjamin kenyamanan, dan desain yang memberikan sentuhan eksklusif. Perancangan ini menggunakan metode perancangan design thinking yang mencakup observe, define/point of View, ideate, Prototype, dan test. Hasil test yang dilakukan melalui wawancara menghasilkan respon yang positif, bahwa gaun pengantin dengan aplikasi bunga 3D yang diciptakan dieksekusi dengan baik.

JUDIETH VIDIA LENGKANG Rika Febriani, S.Sn., M.A. (Advisor 1); FIONA, S.DES. (Advisor 2); Maria Nala Damajanti (Examination Committee 1); Dibya Adipranata Hody, S.E., M.M. (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Perancangan Fashion Skripsi No. 01010046/DFT/2024; Judieth Vidia Lengkang (E12200172) FASHION DESIGN; FASHION DESIGN--ENVIRONMENTAL ASPECTS; WEDDING COSTUME; FASHION DESIGN--DIGITAL TECHNIQUES

Files