Perancangan busana after party yang terinspirasi dari Etiquette White dengan aksesoris makrame upcycle

After party saat ini merupakan salah satu rangkaian acara wedding yang tidak jarang diadakan oleh para pengantin di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. Acara yang mengakhiri rangkaian acara wedding ini diadakan dengan kerabat terdekat kedua pengantin dan berisi acara santai untuk berbaur dengan para kerabat. Busana after party yang digunakan dalam acara ini bisa menjadi media populer dan populis yang cantik dan menarik. Busana yang dikenakan oleh pengantin wanita biasanya memiliki kesan sexy, bold, fierce, tetapi tetap elegan yang akan menarik perhatian orang saat acara berlangsung. Hal ini membedakan dan memberi ciri khas sendiri terhadap busana after party dibanding dengan busana untuk rangkaian acara pernikahan lainnya yang terkesan lebih klasik dan formal. Dengan metode design thinking dan mengembangkan busana after party yang sudah dibuat sebelumnya, busana after party baru yang dibuat akan dikenang dalam sejarah untuk desainnya yang berkembang dan mengikuti tren. Dari busana after party baru yang dibuat, masyrakat dapat melihat bahwa melalui fashion, kita juga dapat menerima pesan bahwa budaya tradisional yang dicampur dengan barang upcycle dapat mengikuti tren yang ada sekarang. Sehingga busana after party yang dibuat tidak hanya menunjukkan tren busana atau gaya yang sedang berjalan di dunia fashion pernikahan. Busana after party baru akan dibuat dengan keunikan tersendiri, terdapat detachable accesories yang akan dibuat dengan teknik makrame menggunakan kombinasi bahan, seperti gelas plastik dan tali satin yang disimpul dengan benang dan payet. Teknik makrame, seperti yang kita ketahui, adalah salah satu budaya tradisional Spanyol, yang kini telah menyebar dan dikenal luas di seluruh dunia. Inilah budaya tradisional yang berusaha dikomunikasikan ke publik melalui busana after party yang sedang tren. Selain itu, penggunaan gelas plastik tersebut juga memiliki tujuan tersendiri, yaitu untuk upcycle barang yang menyumbang salah satu dari limbah terbanyak di Indonesia, yaitu limbah plastik. Penggunaan kombinasi bahan untuk pembuatan aksesoris dengan teknik makrame inilah yang akan membedakan busana after party ini dengan berbagai produk yang sudah ada di pasaran karena memiliki kebaharuannya sendiri. Dan inilah pesan lain tentang upcycle yang berusaha dikomunikasikan ke publik melalui busana after party yang sedang tren.

FEBE LUKMANTIO Purnama Esa Dora Tedjokoesoemo, S.Sn., M.Sc. (Advisor 1); FIONA, S.DES. (Advisor 2); Rika Febriani, S.Sn., M.A. (Examination Committee 1); Dibya Adipranata Hody, S.E., M.M. (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Fashion Design Fashion Design No. 01010043/DFT/2024; Febe Lukmantio (E12200153) DRESSMAKING--PATTERN DESIGN; FASHION DESIGN--ENVIRONMENTAL ASPECTS; FASHION DESIGN--MATERIALS; MACRAMÉ--PATTERNS

Files