QS WUR 2025, PCU tetap jadi PTS No.1 di Jawa Timur, Petra Christian University (PCU) kembali mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Lembaga pemeringkatan terbaik di dunia Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (QS WUR) 2025 menobatkan PCU sebagai salah satu universitas bereputasi. Posisi tersebut semakin meningkatkan kredibilitas PCU menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Berdasarkan informasi resminya yang sudah di launching awal bulan Juni ini di https://www.topuniversities.com/world-university-rankings, tercatat pemeringkatan tahun 2025 merupakan pemeringkatan yang terbesar. Ada 1.503 institusi yang berasal dari 106 negara termasuk 26 kampus Indonesia. Tak ayal, berita bahagia ini menjadikan PCU sebagai PTS swasta terbaik di Jawa Timur dan no. 20 se-Indonesia. Berita gembira datang dari Creative Tourism Petra Christian University (PCU) raih juara 3 Tour Package, ketiga mahasiswa ini ingin mekarkan Flores, Melalui tema paket perjalanan “Blossoming Flores: Nature’s Gem” ini berhasil membawa mahasiswa angkatan 2022 itu menambah satu penghargaan lagi untuk PCU dalam lomba Tour Package Competition, Kompetisi Pariwisata ke 14 yang diselenggarakan oleh Poli Teknik Negri Bandung pada 15-17 Mei 2024 di Bandung. Kompetisi Pariwisata Indonesia yang sudah berlangsung sejak 2010 ini mengangkat tema Be Responsible for Sustainable Tourism. Tema ini sendiri diangkat untuk menghubungkan kondisi pariwisat dengan alam agar kelestarian lingkungan juga dapat didukung oleh konsep berkelanjutan yang didasarkan pada tiga pilar, yaitu sosial budaya, ekonomi dan lingkungan. Begitu juga dengan ketiga mahasiswa Johan Maxwell, Albertus Ferdinand, dan Winston Franchity berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Product Competition yang diadakan oleh Universitas Sumatera Utara, Medan. Pertama kali ikut lomba tingkat Internasional tak menjadi alasan bagi ketiga mahasiswa Electrical Engineering Petra Christian University (PCU) angkatan 2021 itu untuk menyerah. Ketiganya mengembangkan produk bernama Urotech, di mana produk ini digunakan untuk mendeteksi kesehatan tubuh melalui urine. “Awalnya grogi sampai sakit perut, sakit kepala, dan takut salah ngomong, karena ini pertama kali presentasi menggunakan Bahasa Inggris, apalagi kami juga harus berhadapan dengan Malaysia,” papar Albertus. Namun hal itu tak menyurutkan semangat ketiganya untuk memenangkan lomba.