PT X menggunakan aluminum alloy-6061 sebagai material rangka sepeda untuk segmen pasar menengah kebawah. Alasan utamanya adalah pada sifat heat-treatable yang dimilikinya, sehingga frame memiliki sifat mekanik yang setara dengan frame lainnya yang terbuat dari material dengan biaya produksi lebih tinggi. PT X berkeinginan untuk memperoleh sebuah T6 Heat Treatment preset yang dapat mencapai nilai UTS minimum 354.9 MPa dan nilai kekerasan minimum 17.9 HW (Hardness Webster), namun dengan batasan holding time dibawah 3.5 jam. Hal ini bertujuan untuk mengurangi total lead time dan meningkatkan produktivitas penggunaan oven. Penelitian akan dimulai berdasarkan hasil penelitian PT X sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan metode optimalisasi DoE Central Composite Design. Sampel yang digunakan adalah aluminum alloy 6061 hollow, yang merupakan bagian chain stay rangka sepeda. Hasil penelitian merekomendasikan penggunaan solutionizing temperature sebesar 535oC; solutionizing time selama 45 menit; aging temperature sebesar 186oC; dan aging time selama 207 menit (3 jam 27 menit). Preset tersebut menghasilkan material aluminum alloy-6061 dengan rata-rata UTS sebesar 400.55 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 18.1 HW. Dampak yang dihasilkan adalah pengurangan biaya operasional sebesar Rp 186.055.380,00 per tahun dan pengurangan total lead time oven selama 104 hari per tahun, serta meningkatkan produktivitas penggunaan oven sebanyak 1.67x lipat, menjadi 5 cycle/hari.