Proyek konstruksi di Indonesia sering menghadapi tantangan keterlambatan, khususnya pada sektor perumahan. Meskipun metode Earned Value Management (EVM) telah digunakan, keterbatasannya dalam mengukur aspek waktu secara terpisah kerap menimbulkan ketidakakuratan. Untuk mengatasi hal itu, dikembangkan metode Earned Schedule Management (ESM) dan Earned Duration Management (EDM). Penelitian ini bertujuan menerapkan metode ES dan ED pada Proyek Perumahan X untuk mengidentifikasi progres dan keakuratan metode ES dan ED. Data yang digunakan meliputi kurva-S rencana dan laporan progres mingguan dari tiga rumah (rumah A, B, dan C). Data diolah secara terpisah untuk kedua metode, kemudian dianalisis keakuratannya menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ED1 (berdasarkan performa proyek rencana) memiliki akurasi forecast durasi akhir proyek terbaik di antara metode lainnya, secara konsisten menghasilkan deviasi paling kecil terhadap realisasi, baik dalam persentase maupun durasi waktu.