Login
Login
Perancangan media komunikasi visual untuk meningkatkan awareness identitas anime lovers
Wibu merupakan salah satu bukti dari populernya subkultur Jepang yang merujuk pada penggemar yang terobsesi dengan budaya Jepang dalam konteks yang negatif. "Wibu" sering distereotipkan sebagai orang yang fanatik, mesum, bau bawang, hingga anti sosial. Akibat dari stigma ini, penggemar mulai mengklasifikasi diri dengan istilah anime lovers sebagai bentuk diferensiasi dari wibu, tetapi istilah ini kurang diketahui oleh masyarakat awam. Oleh karena itu, bentuk awareness pun diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan identitas anime lovers dalam bentuk media komunikasi visual agar dapat menjangkau khalayak luas. Media komunikasi visual memiliki tujuan sebagai perwakilan dari suara anime lovers yang tidak ingin diasosiasikan dengan hal yang negatif. Metode penelitian akan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis bentuk pendapat dari kelompok tertentu. Adapun tahapannya adalah dengan melakukan pendekatan berupa wawancara dengan anime lovers, pakar Jepang, serta masyarakat awam untuk mendapatkan pemahaman dari kedua belah pihak. Hasil dari penelitian ini adalah anime lovers tidak ingin dianggap aneh hanya karena hobinya, melainkan hanya ingin didengar. Hal ini kemudian menjadi bentuk suara yang akan diangkat menjadi isi pesan serta ide besar yang membentuk keseluruhan isi dari media komunikasi visual.
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Universitas Kristen Petra
2025
Indonesian
S1
Promosi
Promosi No. 00024256/DKV/2025; Victoria (E12210084)
Similar collections by subject
No similar collection available.
Close
Download QR code