Ada banyak inovasi dalam mengembangkan produksi batik. Selain menggunakan canting kini ada cara baru dalam memproduksi kain batik yakni dengan alat canting cap yang ramah ling kungan. Sebab alat canting cap menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti dari duplek atau kardus karton dan kayu yang tak terpakai. Seperti yang dilakukan oleh warga eks Lokalisasi Dolly yang memanfaatkan bahan-bahan daur ulang untuk membuat alat canting cap batik. Karena permasalahan berangkat dari UKM batik di sini (eks Lokali sasi Dolly, Red) tidak berkembang dan membutuhkan biaya yang agak mahal, bisa mencapai Rp 2 juta. Oleh karena itu pihaknya mempunyai gagasan yang lebih inovatif terutama ramah lingkungan dalam membuat batik. Bahkan memungkinkan pembuatan batik hingga 20 desain berbeda per hari.