Analisis simbolisme mitologi Korea Selatan dalam film animasi “K-pop Demon Hunters” melalui pendekatan semiotika Barthes
Penelitian ini mengkaji representasi budaya Korea dalam film animasi ”K-pop Demon Hunters” dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Analisis menemukan bahwa simbol tradisional seperti dokkaebi, jimat, ritual, warna tradisional, dan aksesori hanbok direinterpretasi dalam estetika K-pop modern sehingga membentuk mitos baru tentang Korea sebagai bangsa modern dan kuat secara budaya. Berdasarkan teori Butler, feminitas dan maskulinitas dalam film ditampilkan sebagai performa: idol perempuan diposisikan anggun namun kuat, sedangkan idol laki-laki mewakili soft masculinity yang menjadi standar kecantikan populer. Melalui perspektif Hall, penonton Indonesia menunjukkan pembacaan negosiasi dengan mengaitkan film pada isu pelestarian budaya lokal, modernisasi media, serta kebutuhan menghadirkan mitologi Nusantara dalam bentuk animasi yang relevan bagi generasi muda. Secara keseluruhan, “K-pop Demon Hunters” berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai produk budaya yang membentuk makna, menegaskan identitas, dan memberikan inspirasi bagi pengembangan narasi lokal Indonesia.