Lonjakan harga emas jadi sinyal kecemasan investor global

Harga emas Antam (Logam Mulia) mencatatkan tren kenaikan signifikan sepanjang tahun 2025 hingga akhir Januari 2026. Pada 29 Januari 2026, harga emas bahkan sempat menembus angka di atas Rp 3.100.000 per gram. Dalam kurun waktu satu tahun, kenaikannya diperkirakan mencapai 50-60 persen. Lonjakan harga tersebut dinilai bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan mencerminkan kecemasan mendalam investor terhadap ketidakpastian ekonomi global yang semakin sulit diprediksi. Menurut Dr. Nanik, penyebab naik-turunnya harga emas saat ini sangat kompleks. Mulai dari eskalasi konflik geopolitik di berbagai kawasan, kebijakan tarif tinggi oleh sejumlah negara besar, hingga dinamika politik global, termasuk retorika politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, turut menciptakan iklim investasi yang tidak stabil. Sementara itu, untuk jangka panjang, Dr. Nanik memprediksi harga emas masih akan cenderung meningkat. Ketegangan politik global, perlambatan ekonomi dunia, hingga persoalan demografi menjadi faktor utama yang mendorong emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai.

Unknown Unknown Mata Analisa Media Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown www.analisapost.com, 05 Februari 2026 GOLD--PRICES; GEOPOLITICS

Files