Di tengah situasi yang cukup memanas, tidak sedikit warga yang apatis, dan bahkan oportunis serta memanfaatkannya demi kepentingan pribadi dan golongan. Sebagian lagi justru memanfaatkannya untuk mengusung ide yang anti pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak demikian dengan generasi muda dari Universitas Kristen Petra Surabaya (U.K. Petra), Universitas Yudharta Pasuruan dan Universitas Hasyim Asyari Jombang. Tensi politik yang memanas dan isu SARA akhir-akhir ini sebagai momentum untuk menjalin persahabatan, menegaskan toleransi, demi mengukuhkan NKRI, Bhineka Tunggal Ika harus diterjemahkan dalam realitas hubungan sosial yang tak mengenal batasbatas suku, agama dan ras. Dengan didampingi beberapa dosen, mahasiswa dari tiga universitas yang bemafaskan agama ini (Kristen dan Islam) mengadakan dialog lintas agama terkait isu-isu agama dan kebangsaan. Dialog dimulai pada Sabtu pada pukul 10.00 di kampus U.K. Petra.