Penerapan aktivitas pra-literasi dalam mendukung perkembangan literasi emergen pada anak usia dini di TK Kristen X
Indonesia sampai saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam bidang literasi. Berdasarkan survei PISA tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ke-67 dari 81 negara dalam kemampuan literasi yang masih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi perlu diperkuat sejak usia dini, karena masa ini merupakan tahap yang penting dan optimal untuk meletakkan dasar kemampuan literasi sebagai fondasi bagi perkembangan belajar pada tahap selanjutnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan literasi emergen, yaitu kemampuan awal yang berkembang sebelum anak belajar membaca dan menulis secara formal. Pengembangan literasi emergen dapat didukung melalui penerapan aktivitas pra-literasi yang meliputi pra-membaca dan pra-menulis, yang dirancang secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi serta mencerminkan prinsip literasi emergen yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Fokus inilah yang menjadi dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di TK Kristen X. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas pra-literasi yang telah diterapkan terbukti mendukung perkembangan bahasa, kesadaran fonologis, pemahaman simbol, serta kesiapan menulis anak. Dengan demikian, aktivitas pra-literasi yang telah diterapkan, berperan sebagai pendekatan yang efektif dalam mendukung perkembangan literasi emergen anak usia dini.